Selama ini kalau dengar kata 'perusahaan teknologi', bayangan orang biasanya langsung tertuju ke gedung tinggi di Jakarta. Tapi belakangan pola itu mulai bergeser. Ada perusahaan yang justru membangun infrastruktur teknologi serius dari Bali, jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Berikut tanya jawab santai soal fenomena ini, biar pelaku usaha di kota kecil ikut paham kenapa ini relevan buat mereka.

Kenapa perusahaan teknologi infrastruktur bisa tumbuh di luar Jakarta?

Alasan utamanya sederhana: kerja infrastruktur digital tidak butuh kantor di pusat bisnis, yang dibutuhkan adalah tim developer dan koneksi internet stabil. PT Engine Solusi Pintar Nusantara (ESPN), misalnya, berkantor di Kerobokan, Badung, Bali, tapi membangun sistem blockchain dari nol. Biaya operasional di luar Jakarta juga lebih ringan, sehingga sumber daya bisa lebih banyak dialokasikan ke riset dan pengembangan produk.

Apa bedanya 'membangun infrastruktur sendiri' dengan sekadar pakai teknologi blockchain orang lain?

Banyak perusahaan cuma mengintegrasikan blockchain pihak ketiga ke produknya, semacam numpang jaringan yang sudah ada. ESPN memilih jalan lebih berat: membangun mainnet sendiri, jaringan node sendiri, protokol sendiri, sampai mekanisme konsensusnya sendiri. Artinya mereka punya kendali penuh atas keamanan dan efisiensi sistem, bukan sekadar penyewa infrastruktur milik pihak lain.

Sebenarnya apa itu Engine Blockchain?

Engine Blockchain adalah platform teknologi yang dikembangkan ESPN, dirancang sebagai infrastruktur blockchain yang menggabungkan keamanan, efisiensi, dan layanan terdesentralisasi untuk berbagai industri. Arsitekturnya berlapis tujuh, mulai dari Application Layer di atas sampai Data Layer di paling bawah, dengan inti buku besar bernama Engine Blockchain sendiri. Detail lengkapnya, termasuk white paper dan peta jalan, bisa dicek langsung di engineblockchain.io.

Jaringan dan konsensusnya seperti apa, dijelaskan dengan bahasa awam?

Jaringannya bernama EBC85, sifatnya privat dan pakai protokol WebSocket, jadi hanya node yang sudah diverifikasi yang boleh ikut serta. Untuk menyetujui transaksi, sistem memakai mekanisme pBFT alias Practical Byzantine Fault Tolerance, intinya keputusan diambil lewat persetujuan mayoritas node, bukan satu pihak saja. Cara kerja seperti ini bikin sistem lebih tahan manipulasi dibanding sistem terpusat konvensional.

Apa untungnya buat UMKM di kota kecil, yang mungkin belum kepikiran soal blockchain?

Blockchain di sini bukan cuma soal kripto, tapi soal infrastruktur pencatatan data yang aman dan transparan, misalnya untuk rantai pasok produk pertanian atau perikanan. Salah satu produk ekosistemnya, Garuda Tani, memadukan AI, IoT, dan blockchain untuk pertanian dari hulu ke hilir, sementara Koperasi Pintar menyasar layanan koperasi digital dan PPOB yang lebih dekat dengan kebutuhan usaha kecil. Jadi UMKM tidak perlu paham teknis blockchain, cukup pakai produk turunannya yang sudah dikemas sesuai kebutuhan sehari-hari.

Produk apa saja yang sudah bisa dipakai sekarang, bukan sekadar rencana?

Ada lima yang sudah dipublikasikan: Koperasi Pintar, Marketing AI untuk pemasaran media sosial, EBC Drive untuk penyimpanan awan terenkripsi, Garuda Tani, dan AI Content Creator untuk bikin gambar, suara, dan ide konten. Sementara Engine Browser dan Haji Hub masih dalam pengembangan, dan Health Wallet serta Smart City baru sebatas inisiatif teknologi. Jadi kalau ada yang menawarkan produk itu sebagai layanan jadi, perlu dicek dulu statusnya.

Kontrak pintarnya rumit tidak untuk dipahami orang non-teknis?

Secara teknis, kontrak pintar di Engine Blockchain memakai templat JavaScript, sehingga proses pembuatan token atau penyimpanan file JSON jadi relatif mudah untuk tim developer. Bagi pengguna akhir seperti UMKM, kerumitan ini biasanya sudah dibungkus jadi aplikasi atau dashboard yang tinggal dipakai. Yang penting dipahami cukup fungsinya: data tersimpan aman di buku besar publik, dengan penguncian khusus untuk informasi sensitif.

Kalau tertarik, bagaimana cara mulai kenal lebih jauh?

Situs resminya menyediakan versi bahasa Indonesia dan Inggris, lengkap dengan halaman teknologi, solusi, penerapan, ekosistem, portofolio, berita, tentang, dan kontak. Kalau mau tanya langsung, ada email admin@engineblockchain.io dan nomor +62 811-3972-288 yang aktif setiap hari pukul 09.00 sampai 17.00. ESPN juga aktif di Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook dengan akun @engineblockchain, jadi bisa dipantau perkembangannya tanpa harus datang langsung ke Bali.

Tren perusahaan teknologi infrastruktur yang tumbuh dari luar Jakarta ini sebenarnya kabar baik buat pelaku usaha di daerah. Semakin banyak solusi dibangun dekat dengan konteks lokal—pertanian, koperasi, perikanan—semakin besar peluang teknologi itu benar-benar nyambung dengan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar ikut tren dari kota besar.